Thursday, July 21, 2011

Training yang Menyenangkan!

Alhamdulillah, sesi training kemarin berjalan dengan lancar. Dunia training memang bukan hal baru buat saya. Waktu kuliah dulu, di salah satu mata kuliah, meskipun secara singkat saya mempelajari hal itu. Terus, pekerjaan pertama saya adalah menjadi bagian dari konsultan manajemen yang notabene banyak ngadain training. Sekarang, salah satu kerjaan saya di kantor pun ga jauh-jauh dari urusan training. Ini catatan mengenai training yang kemarin saya (dan tim saya) berikan untuk mitra kami.

Training diawali dengan sebuah perkenalan kecil. Peserta diminta menyebutkan nama dan sesuatu yang khas dari dirinya. Saya beri contoh, saya adalah Rifka Beng Beng karena saya suka sekali Beng Beng. Setelah itu barulah para peserta secara bergantian memperkenalkan dirinya dengan cara tersebut. Mereka lalu menyebutkan satu atau dua kata di belakang nama mereka, yang khas dari mereka. Di luar dugaan, cara ini benar-benar mencairkan suasana dan lebih jauh, kami dapat mengetahui hal lain dari diri peserta.

Berikutnya, peserta kami bagi menjadi dua kelompok (kelompok A dan kelompok B) dan kami berikan satu lembar kertas A3 dan beberapa buah crayon. Masing-masing kelompok saya minta untuk membuat gambar dengan instruksi tertentu. Kepada masing-masing anggota kelompok A, kami minta untuk memikirkan satu buah objek untuk digambar. Kepada kelompok B saya minta mereka mendiskusikan sebuah objek untuk digambar. Cara menggambarnya adalah bergantian. Jadi, setelah waktu untuk memikirkan gambar bagi kelompok A dan waktu untuk mendiskusikan gambar untuk kelompok B selesai, saya minta orang pertama dari masing-masing kelompok untuk mulai menggambar dalam waktu tertentu. Setelah waktu habis, gantian, giliran peserta lain untuk menggambar.

Hasilnya tentu beda untuk kedua kelompok ini. Dari hasil gambar tersebut, saya minta mereka untuk menyampaikan kesan mengenai kedua gambar tersebut. Apa saja yang ada di kepala mereka, saya persilakan untuk diungkapkan. Kemudian, saya gali pendapat mereka tentang apa yang sebenarnya mereka lakukan dan saya arahkan sesi diskusi gambar ini ke arah peran masing-masing anggota kelompok. Semua pernyataan berujung ke satu muara, yaitu peran inti mereka.

Berikutnya kami masuk ke materi lain yaitu tentang pentingnya arti sebuah senyuman, penghargaan, dan motivasi. Kalau tadi di awal kami menyampaikan materi melalui gambar, kali ini kami menampilkan potongan sebuah video. Video ini menceritakan seorang petugas validasi karcis parkir yang luar biasa. Setiap orang yang datang kepadanya selalu diberinya senyuman dan pujian yang objektif. Ia selalu bisa melihat hal positif dari orang yang ditemuinya. Efeknya, bukan saja orang-orang menjadi senang karena dipuji, tetapi juga ia jadi memiliki antrian yang sangat panjang. Antrian untuk mendapatkan cap validasi sekaligus senyum dan pujian gratis. Sebaliknya, ketika ia berhenti melakukan itu, orang-orang pun kembali sedih, lesu, tidak termotivasi, dan pergi meninggalkannya.

Sama seperti sesi gambar, para peserta saya minta untuk mengungkapkan apa saja yang terlintas di pikiran mereka. Satu persatu para peserta berbicara dan akhirnya tersampaikanlah pesan yang kami maksud. Bukan dari kami, tapi dari mereka sendiri. Jadi, melalui potongan video ini mereka dapat menyadari betapa pentingnya sebuah senyuman dan pujian.

Materi berikutnya kami sampaikan dengan cara roleplay. Kami menciptakan suatu situasi dan kondisi tertentu untuk roleplay ini, lalu kami minta para peserta untuk meresponnya dengan cara masing-masing. Ketika peserta menunjukkan hal yang benar, kami biarkan ia menyelesaikan apa yang dilakukannya. Ketika peserta melakukan hal yang salah, kami tunjukkan cara kami, cara yang seharusnya. Setelah roleplay selesai, kembali, sesi diskusi merupakan sarana paling tepat untuk menggali perasaan dan pemikiran mereka tentang apa yang baru saja mereka saksikan dan mereka lakukan.

Sudah tiga materi kami sampaikan. Sesi akhir adalah sesi mini quiz. Kami meminta peserta mengisi selembar kertas yang isinya adalah beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi-materi yang sudah mereka terima. Ini penting, untuk mengetahui sejauh mana penyerapan mereka akan materi yang sudah kami sampaikan. Mini quiz ini ditutup dengan pembahasan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dan juga pemberian hadiah bagi tiga peserta dengan nilai tertinggi.

Sebelum ditutup, kami minta salah seorang peserta mengulas lagi secara singkat apa saja yang sudah dilakukan dan dipelajari dari pagi hingga siang kemarin, sepanjang sesi training. Dengan begitu, saya yang hari itu kebagian tugas sebagai fasilitator, tidak perlu merangkum hasil training hari itu. Semua materi disampaikan dengan simulasi, tanpa slide sama sekali. Yup, sebab konsep training kami hari itu adalah learning is fun. Terakhir, kami berikan kenang-kenangan untuk dua peserta aktif, sebagai bentuk penghargaan kami kepada mereka.

Nah, tidak selamanya training itu membosankan kan? Karena belajar itu haruslah menyenangkan!

16 comments:

Huda Tula said...

Biasanya training yang pesertanya ikut aktif jauh lebih menyenangkan (roleplay, itukah istilahnya?). ketimbang training dengan slide..bawaannya ngantuk --"

Todi said...

mbak rifka,,saya mau belajar banyak tenik ice breaking dalam sesi training sama mbak..bisa ya? :) mungkin kapan2 perlu dibuat buku ato blog khusus seputar tips n trik training ala mba rifka:)

Lyliana Thia said...

Suasana training yg interaktif spt di atas memang jauh dari membosankan yah Mbak.. :-)

Baha Andes said...

ya betul sekali mba kadang training itu membosankan tapi dengan cara ini mungkin sesi training jadi fun.

Ajeng Sari Rahayu said...

saya belum pernah ikut training, jadi belum bisa mbandingin kayak apa training yang nyenengin atau yang ngebosenin. Membaca ulasan dari kegiatan training yang mbak ada di dalamnya, terlihat menyenangkan. kedua belah pihak sama2 aktif, trus nggak monoton.

Akmal Fahrurizal said...

Kaya seminar juga ga ya? kalo ikut seminar yang ada malah saya tidur. -___-"

Sofyan said...

Saya juga pernah mengikuti 2 kali training dan dari keduanya raasnya beda²,,saya berkesimpualn mungkin dari cara penyampaiannya yang perlu ditekannkan

nurlailazahra said...

aku seneng banget ikut training2 yg spt itu, bs menambah inspirasi pula :D
*absen dulu ah, saya Sarah Lali! karena keseringan lupa, hehehe*

Adi Chimenk said...

training yang ada interkasi antara trainer dan peserta training lebih menarik dibanding training dalam bentuk slide seperti yg dibilang huda. membosankan dan bikin ngantuk.

ReBorn said...

klo sering ngadain training, bisa dong mbak ulas teknik training atau presentasi yang oke punya. rasanya jarang ada yang ngebahas ini... :)

Call me Batz said...

training yang didalamnya ada interaktif ataupun paraktek secara langsung pasti lebih menyenangkan dibanding dengan training yang hanya mendengarkan pembicara melalui slide.

Dhe said...

rasanya mang klo training dilalui dengan praktek scara langsung atw interaksi ssama peserta pasti asyik. :)

Rifka Nida Novalia said...

Huda: iya, tapi kadang khawatir juga. jangan2 yg ditangkap peserta cuma seru2annya, rame2annya, bukan materi yang terkandung di dalamnya.
Todi: boleh, Mas, kalo butuh saran japri aja ya...
Lilyana: iya, Mbak, yg bawain jg seneng ;)
Baha Andes: fun banget, coba deh terapin!
Ajeng: sekali-kali kamu ikut deh, Jeng!
Akmal: beda euy seminar sama training.
Sofyan: cara penyampaian dan karakteristik peserta.
Nurlaila Zahra: hahahaha....Sarah Lali..Sarah Linglung.
Chimenk: Yup! tul, bos!
Raja: ga janji yach, Ja...kalo butuh info, japri aja gpp.
Call Me Batz: ya, pernah ngerasain kan?
Dhe: yup, lebih mudah menyerap dengan cara learning by doing.

Bunda Loving said...

Wah kalau aku suka banget ikut2an traning...di samping nambah ilmu dan nambah uang saku hehehe..krn terakhir kali aku ikut traning,aku dpt uang saku 300rb/hr di luar makan dan buku2...

Rifka Nida Novalia said...

Bunda Loving: wah.........seneng banget ya? terutama bagian dapet duitnya ;)

Ajeng Sari Rahayu said...

kalo bisa ikut, ayo aja mbak