"Aku ingin jadi laki-laki saja"
Begitu kata klien pertamaku
Baginya menjadi perempuan adalah siksaan
Hinaan sepanjang kehidupan
Penderitaan penuh kekonyolan
Semuanya tidak menyenangkan
"Aku ingin jadi laki-laki saja"
Begitu kata klien pertamaku
Tak ada lagi menstruasi setiap bulannya
Tak ada lagi nyeri yang disebabkan karenanya
Tak ada lagi kerepotan yang menjengkelkan karenanya
Tak ada lagi fluktuasi emosi karenanya
Semua itu tidak menyenangkan baginya
"Aku ingin jadi laki-laki saja"
Begitu kata klien pertamaku
Laki-laki tidak merasakan sakit di malam pertamanya
Laki-laki tidak perlu meringis menahan sakit itu demi pencapaian sebuah kenikmatan
"Aku ingin jadi laki-laki saja"
Begitu kata klien pertamaku
"Aku ingin terlahir kembali sebagai laki-laki"
Begitu kata klien pertamaku
Begitu kata klien pertamaku
Baginya menjadi perempuan adalah siksaan
Hinaan sepanjang kehidupan
Penderitaan penuh kekonyolan
Semuanya tidak menyenangkan
"Aku ingin jadi laki-laki saja"
Begitu kata klien pertamaku
Tak ada lagi menstruasi setiap bulannya
Tak ada lagi nyeri yang disebabkan karenanya
Tak ada lagi kerepotan yang menjengkelkan karenanya
Tak ada lagi fluktuasi emosi karenanya
Semua itu tidak menyenangkan baginya
"Aku ingin jadi laki-laki saja"
Begitu kata klien pertamaku
Laki-laki tidak merasakan sakit di malam pertamanya
Laki-laki tidak perlu meringis menahan sakit itu demi pencapaian sebuah kenikmatan
"Aku ingin jadi laki-laki saja"
Begitu kata klien pertamaku
"Aku ingin terlahir kembali sebagai laki-laki"
Begitu kata klien pertamaku
Klien pertamaku pun berlalu
Ia kan kembali di waktu yang telah kami sepakati
Mungkinkah sebagai laki-laki?
...bersambung....
*hanyasebuahfiksi