Gini ceritanya. Jadi, minggu kemarin akhirnya saya ikut arisan ibu-ibu juga. Setelah hampir 3 tahun 10 bulan tinggal di komplek ini. Whew...!!! Ada aja alasan saya untuk ga ikut dari pertama tinggal di sini. Tahun pertama, arisan sudah berjalan dan lagi tanggung di tengah-tengah, akhirnya ga ikut. Setelah itu pas arisannya udah kelar dan mau mulai lagi, saya balik sementara waktu ke rumah ibu saya untuk lahiran anak pertama. Tujuh bulan di rumah ibu dan akhirnya pas balik mau ikut arisan juga udah tanggung juga. Jadi, dua periode saya ga ikut. Tahun kedua eh...saya dikasih karunia lagi hamil dan melahirkan lagi, balik lagi ke rumah ibu sampe beberapa bulan. Akhirnya, di tahun ketiga saya baru bener-bener bisa menikmati menjadi warga komplek ini. Agustusan, Raisha saya ikutin lomba. Buka puasa bersama, saya ikut. Halal bi halal, ikut juga. Puncaknya ya hari minggu itu saya ikut arisan.
Sebelumnya maju mundur juga mau ikut. Di kepala saya yang namanya arisan ibu-ibu komplek itu rempong, heboh, gossip, dan ajang pamer. Well, ternyata ga seratus persen anggapan saya itu bener. Setidaknya kesan pertama tentang arisan di komplek saya kemarin bagus koq. Emang sih tetep rempong dan heboh, tapi obrolannya bermanfaat juga. Di arisan kemarin kami membahas progress program orangtua asuh dan rencana jalan-jalan ibu-ibu. Program orang tua asuhnya bagus, ngebantu yayasan-yayasan panti asuhan yang ada di sekitar daerah tempat tinggal kami atau yayasan-yayasan yang direkomendasikan ibu-ibu di sini. Nah, tentang jalan-jalan, kali ini rencananya kami mau ke Bogor, no husband, no children ;p