Friday, January 4, 2013

Aku Ingin Menjadi Laki-Laki Saja

"Aku ingin jadi laki-laki saja"
Begitu kata klien pertamaku
Baginya menjadi perempuan adalah siksaan
Hinaan sepanjang kehidupan
Penderitaan penuh kekonyolan
Semuanya tidak menyenangkan

"Aku ingin jadi laki-laki saja"
Begitu kata klien pertamaku
Tak ada lagi menstruasi setiap bulannya
Tak ada lagi nyeri yang disebabkan karenanya
Tak ada lagi kerepotan yang menjengkelkan karenanya
Tak ada lagi fluktuasi emosi karenanya
Semua itu tidak menyenangkan baginya

"Aku ingin jadi laki-laki saja"
Begitu kata klien pertamaku
Laki-laki tidak merasakan sakit di malam pertamanya
Laki-laki tidak perlu meringis menahan sakit itu demi pencapaian sebuah kenikmatan

"Aku ingin jadi laki-laki saja"
Begitu kata klien pertamaku
"Aku ingin terlahir kembali sebagai laki-laki"
Begitu kata klien pertamaku 

Sesi itu selesai pukul lima sore
Klien pertamaku pun berlalu
Ia kan kembali di waktu yang telah kami sepakati
Mungkinkah sebagai laki-laki?

...bersambung....
*hanyasebuahfiksi

8 comments:

admin said...

mungkin kliennya terlalu sempit berpikir........

nuel said...

sumpah kukira awalnya itu ini narasi gitu - jika dilihat dari juudulnya awalnya, eh tahunya cerpen.. keren, mbak... :)

Rifka Nida Novalia said...

admin: itu sebabnya peran konselor menjadi penting.

nuel: hehehe...makasih, Nuel.

Lidya - Mama Cal-Vin said...

ditunggu sambungannya mbak, kayanya sih gak akan jadi laki2 deh

auliadriani said...

Aku ga ingin jadi laki-laki :)

Rifka Nida Novalia said...

Mbak Lidya: Mbak aja yang bikin sambungannya gimana?

aulia: aku jg ga mau, itu kata klien pertamaku ;)

Cornel Zos said...
This comment has been removed by the author.
zos said...

Jadi inget lagunya Beyonce yang "If I were a Boy"