Sunday, April 15, 2012

Cinta dalam Sekantung Teh China



"Oma, ini teh pesanan Oma."

Yup, Oma memang pecinta teh. Itu sebabnya ketika aku pergi ke China pekan lalu, Oma memintaku membawakannya oleh-oleh teh khas sana. Kebetulan, salah satu itenerary rombongan kami adalah Dr. Tea, produsen teh besar di Kota Beijing.


Di Dr. Tea ini kami diberi penjelasan beberapa macam teh yang mereka produksi, khasiat-khasiatnya, dan tak lupa cara memegang cangkir ala orang-orang China. Sambil diberi penjelasan, kami pun dipersilakan untuk mencicipi masing-masing varian teh yang mereka produksi. Berikut ini rangkumannya dalam bahasa Inggris (untung bukan bahasa China ;p ):
1. White Tea
- It can dispel the effects of alcohol and nicotine.
- It also  acts on colds, coughs and sore throats. 
2. Golden Green Tea/ Slimming Tea (wild pu-erh tea)
- It can regulate blood pressure, lower cholesterol and lose weight.
- Fill tea water with honey and it is good for insomnia.
3. Oriental Beauty (The king of Oolong Tea)
- It is good for blood circulation and skin.
- It is good for Anemia and enriches blood.
- Add some brown sugar into tea as it can nourishes the stomach.
- It can soften the blood vessels.
4. Jasmine Tea
- It can drive away summer heat and improve eyesight.
- It can shake off drowsiness and relieve headache.
5. Litchi Tea (Black Tea)
- It is good for digestion.
6. Gin-seng Oolong Tea
- It can help to restores your energy.
- Protect liver and kidney.

Oma minta dibuatkan secangkir teh. Akhirnya, pagi itu, kami saling bercerita. Aku bercerita tentang bagaimana orang-orang China memegang cangkir teh yang kecil itu. Untuk perempuan, cangkir dipegang dengan tiga jari yaitu ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah. Sedangkan dua jari lainnya, yaitu jari manis dan jari kelingking terbuka (mengarah ke luar). Bagi laki-laki, cara memegang cangkir yang benar (ala orang China) adalah juga dengan tiga jari (ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah), namun dua jari lainnya mengarah ke dalam. Oma mendengarkan ceritaku seolah-olah dia belum tahu tentang hal yang kuceritakan itu.

Setelah selesai mendengarkan ceritaku tentang apa yang kulihat di negeri China sana, Oma pun bercerita tentang bagaimana pertemuannya dengan Opa bermula dari sekantung teh oleh-oleh. Ternyata, Oma dulu bekerja di toko teh di Beijing dan Opa adalah pengunjung yang membeli teh dari toko itu. Pertemuan pertama Opa dengan Oma berlanjut menjadi pertemuan kedua, ketiga, dan kesekian kali. Hingga akhirnya mereka menikah dan menetap di Indonesia. Cinta dalam sekantung teh, itulah cerita Oma. Sambil menyeruput teh yang kuhidangkan, Oma meneruskan cerita tentang kisah cintanya dengan Opa, hingga hari meninggi.

Setelah itu kutinggalkan Oma yang tersenyum mengingat kekasihnya, lalu kutulis catatan ini.

(Jakarta, April 14, 2012).



5 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

berawal dari teh lalu turun ke hati ya mbak

Rifka Nida Novalia said...

Lidya: betul, Mbak! bisa jadi tagline iklan nih kayaknya "berawal dari teh lalu turun ke hati"

Meutia Halida Khairani said...

baca postingan ini seperti lagi nonton iklan. hihihihi. kayak Ponds gitu.. tapi ini teh. so sweet ternyata.

ngeteh yuks

Rifka Nida Novalia said...

Meutia: hai...pa kabar, Non?
mau teh?

Anonymous said...

БАЯН [url=http://tutledy.ru/muzhchina-telets/65.html]мужчина телец[/url]