Wednesday, March 13, 2013

Mengapa HR?

Saya adalah seorang profesional di bidang Sumber Daya Manusia atau kita sebut saja di sini Human Resource (HR). Karir saya di bidang ini dimulai lebih dari 5 tahun lalu, ketika saya pertama kali masuk ke dunia HR di sebuah perusahaan multinasional di Jakarta. Sejak saat itu, saya terus mencintai pekerjaan saya.
 

Ada beberapa alasan saya benar-benar mencintai profesi saya ini. Tiga di antaranya adalah, pertama, karena HR dibutuhkan di semua perusahaan. Kedua, karena saya senang berhubungan dengan banyak orang. Ketiga, karena paradigma HR yang berkembang belakangan ini. Bagi saya, profesi ini benar-benar menyenangkan!
 

Dalam dunia manajemen, salah satu yang harus ada dalam sebuah perusahaan adalah sumber daya manusia (HR). Posisi HR menjadi posisi yang penting karena untuk menciptakan suatu organisasi yang kompeten, orang-orang yang terlibat di dalamnya pun harus kompeten. Siapa yang mengatur manajemen orang-orang itu? Mereka adalah profesional HR.
 

Lalu, siapakah profesional HR itu? Dalam sudut pandang saya, mereka adalah orang-orang yang harus memiliki kemampuan yang bagus di bidang komunikasi, manajemen isu, attention to detail, berpikir dan berkepribadian matang dan terbuka, serta memiliki integritas yang tinggi karena mereka harus berhubungan dengan banyak hal konfidensial di sebuah organisasi/ perusahaan. Integritas ini menjadi benar-benar penting karena itulah titik sentral profesi HR.
 

Sekarang ini, fungsi dan peran HR terus berkembang. Mulai dari fungsi administratif sampai dengan menjadi partner bisnis bagi perusahaan. HR tidak lagi melulu mengurusi surat menyurat terkait urusan kepegawaian tetapi juga menjalin relasi dengan pihak luar sebagai bagian dari strategi branding dan marketing. Tidak lagi hanya mengurusi gaji dan menghitung lembur karyawan, tetapi juga memikirkan dan mengusung proposal kesejahteraan karyawan agar dari waktu ke waktu karyawan mendapat kesejahteraan yang lebih. Profesi ini juga akhirnya tidak hanya menerapkan suatu kebijakan saja, namun juga harus menjadi jembatan antara karyawan dan perusahaan.
 

Area yang menjadi tanggung jawab HR saat ini adalah rekrutmen, training, performance appraisal, job analysis and evaluation, people and organization development, industrial relation, employee relation, counseling, dan sedikit fungsi marketing/ public relations. Banyak pertanyaan/ isu yang muncul tentang HR, terutama di kalangan awam, dan saya akan bagi sedikit dari catatan-catatan yang saya punya. Semoga ada value yang bisa kita ambil.

6 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

saat ini jobdesnya makin meluas ya

Putri Baiti Hamzah said...

Akupun suka dunia HR kak, khususnya human factor, hehhehe ;)

boleh nih kapan2 aku berguru ^___^

f4dLy :) said...

training, performance appraisal, job analysis and evaluation, people and organization development, industrial relation, employee relation, counseling, dan sedikit fungsi marketing/ public relations.... banyak bener tugasnya mbak. Tips untuk terjun dalam dunia HR bagi dong mbak...

auliadriani said...

Ganbatte, Bu! :D

Muhamad Ratodi said...

tidak ada yang lebih menyenangkan dari mengerjakan pekerjaan yang kita cintai ya mbak...:)
setuju saya..peranan HR dalam perusahaan itu kaya jantung..sangat vital buat pengembangan internal perusahaan..
seingat saya sekarang lagi trend konsep Human Capital (Human capital)..dimana memandang pekerja sebagai sumber daya daripada sebuah beban bagi perusahaan..#eh maaf ngelantur bgini :D aniwei..seneng bisa mampir disini lagi :D

Rifka Nida Novalia said...

Mbak Lidy: iya, Mbak, terus berkembang.Memang harus seperti itu kan?

Putri Baiti Hamzah: boleh...boleh... ;)

Fadli: sip, insya Allah kapan2 dishare lagi ya.

Aulia: arigatou...
Mas TOdi: makasih udah mampir.. ;)