Wednesday, October 5, 2011

Ketoprak Hidup dan Teh di Pagi Hari

Well, setiap hari ketika kita membuka mata setelah suatu episode tidur lelap dan setelah membaca doa bangun tidur, kita akan bertanya, "Apa yang akan terjadi hari ini?" Saya pun bertanya, "Apa sarapan saya akan sehambar ketoprak yang saya makan kemarin pagi?


Setelah itu, kita akan berdoa, "Ya Allah, lancarkanlah urusan-urusan kami." Saya pun berdoa, "Ya Allah, segala puji bagi Engkau Tuhan Semesta Alam. Syukur alhamdulillah atas segala karunia yang telah Engkau berikan kepada kami; hamba dan keluarga hamba. Ampunilah kami, Ya Allah. Ampuni dosa-dosa kami. Limpahkan kami dengan damainya maghfirohmu. Teguhkan hati kami untuk senantiasa berada di dalam kebaikan. Jernihkan pikiran kami. Bersihkan hati kami dari segala penyakit hati. Lancarkan lisan kami, tangan kami, kaki kami, arahkan anggota-anggota tubuh kami dan jiwa kami menuju kebaikan. Sehatkan kami. Kuatkan iman kami. Ridhoi kami atas apa yang kami lakukan. Lindungi kami senantiasa, Ya Allah. Mudahkan urusan-urusan kami, ridhoi kami. Ya Allah, Ya Rabb. Kabulkan doa kami."


Kita pun segera memulai aktivitas kita, apapun itu. Di dalam hati kita, bergejolak banyak rasa, sebab kita manusia. Di dalam pikiran kita, terlintas berjuta hal, sebab kita manusia. Tanpa disengaja kita mengingat hari kemarin, apa yang terjadi di siang hari. Kita bertanya, mengapa itu semua bisa terjadi? Kita menyangkal, kita berargumen, kita berharap. Sebaliknya, bisa jadi kita justru menyetujui satu dua hal, mendengarkan argumen, dan melepaskan harapan. Semuanya terjadi dalam satu waktu, yaitu ketika kita menyeruput teh atau kopi yang tersaji.


Di sore hari, kita berpikir, akan kita tutup seperti apa hari ini? Akan bagaimana kita jelang sang malam? Setelah menemukan jawabannya, saya pun bertekad, "Akan saya tutup hari ini dengan cara seperti ini, dengan melakukan hal ini dan itu. Akan saya jelang malam dengan doa saya yang lain. Sebab doa membuat saya tenang."


Di malam harinya, ada kerikil-kerikil mengganjal dan menghalangi jalan pulang kita. Di antara kerikil-kerikil itu, ada yang bisa kita singkirkan, ada yang tidak. Kita pun berefleksi, menanyakan mengapa hal ini dan itu terjadi kepada kita. Mengapa kita berbuat seperti ini, mengapa dia dan mereka berbuat seperti itu. Kita bertanya, mungkin kita menemukan jawabannya, mungkin pula tidak.


Sebagian dari kita menyalahkan diri sendiri, sebagian menyalahkan orang lain, sebagian lagi menyalahkan keadaan. Dari semua itu, bagi saya satu hal, adalah menarik mengetahui alasan atau sebab di balik apa yang terjadi. Namun kadang ada jebakan-jebakan yang membuat diri saya dan bisa juga kita semua, terjebak dalam satu benteng pertahanan diri, apapun bentuknya. Kadang kita berharap orang bisa memahami kita, padahal di sebelah sana mungkin terjadi hal yang sebaliknya, mereka yang ingin kita pahami.


Rumit? Tidak juga.



8 comments:

Akmal Fahrurizal said...

yang terjadi dalam keseharian kita merupakan realita yang harus selalu kita hadapi. Dan yang jelas, ada rahasia besar Alloh dibalik semua itu. :)

NuellubiS said...

bagaimanapun sukarnya itu, tetap hadapi dengan senyum. :)

al kahfi said...

begitu byk permasalahan hidup,,permasalahan adalah kata yg awalnya salah,,maka yg salah hrs di perbaiki,,permasalahan di cari pemecahannya jln keluarnya,, jgn saling menyalahkan,,malah makin ribet,,

dunia kecil indi said...

nice point :)

nurlailazahra said...

hidup memang punya ritmenya sendiri ya mbak untuk kita lalui, tinggal bagaimana caranya aja agar kita bisa menikmati ritme itu dengan kenikmatan yg kita punya :)

Sadako Kenzhi said...

suka dan sependapat, saya juga mencoba memahami mereka dan mencoba menepis perasaan sedih karena terkadang memikirkan kalau sendiri itu tidak nyaman

Lyliana Thia said...

pikiran manusia itu kompleks ya... kalau dijadikan tulisan sepertinya rumit... padahal itulah yg qta pikirkan sehari2...

bagaimanapun bercabangnya, mudah2an pikiran akan selalu kembali ke jalan utamanya... amin...

rabest said...

memang menyenangkan mencari tau tentang sebab mengapa hal ini dan itu terjadi di hari-hari kita. kadang membuat kita tersenyum besyukur..kadang membuat kita menangis dan istghfar...

yah, bukankah semua yang kita alami memang sebuah pembelajaran dari Yang Maha Mengajar, agar kita menjadi lebih baik setiap hainya? :)