Sunday, December 5, 2010

Puisi-Puisi yang Belum Selesai

Sehelai udara pagi menembus pekatnya batu kali
Gadis-gadis mencuci, laki-laki mengintip
Lalu air dan daun bertanya, "Siapakah kini yang perkasa?"
Ranting tak mau peduli
Dan matahari tahu, ia tak bisa dibodohi
***

Memeluk gelap
Memandang bintang-bintang
Mencumbu angin malam
Menyerap keheningan
Esok bertatap matahari pagi
***

Tenggelam dalam laut-laut emosi
Dan riak-riak manifestasinya
Biarkan beribu tafsir meretas
Memberi warna cakrawala
Seindah spektrum cahaya hati
***

4 comments:

chikarei said...

keren puisinya
kenapa gx diselesaiin??

Huda Tula said...

biarkan beribu tafsir meretas...


hohoho

Noeel-Loebis said...

nice....

-rif said...

Chikarei: belum sempet, maklum, emak2 dua anak, Jeng.

Huda Tula: hehehe...

Noeel-Loebis: thanks ;)